wahhh.....lama juga ga ngisis blog. rasanya males banget mo ngisi or update blog gw.
kayanya otak gw butek, ga bisa sedikitpun berpikir apa yang mesti gw tulis di blog. padahal begitu banyak cerita mengalir ketika gw lagi curhat sama temen2 gw, yang sebenarnya klo gw mau bisa aja gw tulis buat tambah isi blog ini.
tapi dasar kalo sudah dateng malesnya apa saja ga bisa dikerjakan dengan baik bahkan bisa2 terlantar, kaya nasib blog gw ini. bagaimana ya cara ngilangin rasa penyakit males gw nich????? sampe sekarang masih belum juga dapet obatnya. hanya sesekali saja saat semangat menggebu-gebu semua yang lama ga gw urusin/kerjakan bisa selesai dalam waktu yang terhitung singkat. tapi....ya itu dia...bom buat meledakkan semangatnya yang terkadang ga bisa nyala.....dasar pemalas...........
Selasa, 09 September 2008
Selasa, 11 Maret 2008
bersamamu malam itu......
bersamamu malam itu...
membuatku bahagia
meski ku tahu...
tak ada ikatan rasa antara kita
harapan itu memang hampir punah
tapi bukan berarti...
akan hilang tanpa sisa
bersamamu malam itu
waktu terasa mengejarku
ingin rasa berlari...
agar semua yang kulalui
tak cepat terhenti
dan berakhir diujung perpisahan
bersamamu malam itu
kado terindah bagiku
meski kita pernah mengalami dulu
tapi lebih berarti malam itu
membuatku bahagia
meski ku tahu...
tak ada ikatan rasa antara kita
harapan itu memang hampir punah
tapi bukan berarti...
akan hilang tanpa sisa
bersamamu malam itu
waktu terasa mengejarku
ingin rasa berlari...
agar semua yang kulalui
tak cepat terhenti
dan berakhir diujung perpisahan
bersamamu malam itu
kado terindah bagiku
meski kita pernah mengalami dulu
tapi lebih berarti malam itu
Senin, 03 Maret 2008
think first before you act.....
" Think First Before You Act " Ya kata itu terpampang jelas di salah satu sudut tempat gw bekerja. Bukan tanpa tujuan tentunya manajemen ditempat gw bekerja memapang tulisan itu besar-besar. Saat ini memang perusahaan tempat gw bekerja sangat konsen mengurus yang namanya Keselamatan Kerja. Dengan harapan nol kecelakan kerja bisa di capai. Bukan hal yang baru juga tulisan itu terpampang karena telah lama tuisan itu ada, hanya saja melihat tulisan tersebut jadi terlintas sebuah pemikiran kecil.
Sudah hampir seminggu gw lihat di hampir semua pemberitaan media menyoroti masalah tawuran antar mahasiswa. Yng kalau ditelusuri lebih dalam lagi, ternyata semua berawal dari masalah yang sepele. Hanya karena salah satu rekan mereka dipukuli oleh anak dari fakultas yang lain. Dari sebuah pertengkaran dua kelompok kecil menjadi pertengkaran yang meluas menjadi perang dua kelompok besar. Dengan dalih solidaritas mereka membela teman yang diniaya, tanpa berpikir panjang kembali menyerang pihak yang mereka anggap tersangka. Padahal belum tentu juga mereka mengetahui pokok permasalahannya. Belum tentu juga teman yang mereka bela ada di posisi yang benar. Kalau pun ya,cara yang mereka tempuh sangarlah brutal, sungguh tak menecerminkan siapa diri mereka. Kaum yang dikatakan intelek, yang cerdas dalam berpikir justru tak mampu berpikir terlebih dahulu dalam mengambil sebuah tindakkan. Tanpa memikirkan akibat dari tindakannya nanti, mereka menciptakan anarkisme dalam kampus.
Mungkin saat ini sangat penting sekali untuk mengingatkan para kaum terpelajar itu untuk belajar berpikir lagi. Agar mereka bisa mengambil keputusan dengan menggunakan otak mereka itu. Nah....gw pikir apa yang dilakukan perusahaan tempat gw bekerja dalam megingatkan karyawannya agar tidak bekerja gegabah, teledor atau semberono ini mungkin bisa ditiru oleh kampus-kampus di Indonesia. Ya....dengan memapang tulisan " Think First Before You Act " dihampir setiap sudut kampus. Tentunya kalau perlu disetiap pintu ruang kuliah mereka. Agar mereka dapat melihat tulisan itu lalu meresapi maksudnya. Sehingga lain waktu mereka tak bertingkah seperti sekarang ini. Meski mungkin nantinya tak bisa juga membuat mereka sadar pentingnya berpikir panjang sebelum bertindak, setidaknya kita sudah berusaha melakukan perubahan
Ya......sayangnya pemikiran ini cuma ada diotak gw doang,jadi nyaris tak berguna. Kecuali ada salah satu mahasiswa yang melihat blog gw ini dan merasa perihatin melihat apa yang terjadi pada kaum mereka, lalu menyampaikan ide ini ke kampusnya. Walaupun cuma sebuah andaikata saja......tak apalah.
Sudah hampir seminggu gw lihat di hampir semua pemberitaan media menyoroti masalah tawuran antar mahasiswa. Yng kalau ditelusuri lebih dalam lagi, ternyata semua berawal dari masalah yang sepele. Hanya karena salah satu rekan mereka dipukuli oleh anak dari fakultas yang lain. Dari sebuah pertengkaran dua kelompok kecil menjadi pertengkaran yang meluas menjadi perang dua kelompok besar. Dengan dalih solidaritas mereka membela teman yang diniaya, tanpa berpikir panjang kembali menyerang pihak yang mereka anggap tersangka. Padahal belum tentu juga mereka mengetahui pokok permasalahannya. Belum tentu juga teman yang mereka bela ada di posisi yang benar. Kalau pun ya,cara yang mereka tempuh sangarlah brutal, sungguh tak menecerminkan siapa diri mereka. Kaum yang dikatakan intelek, yang cerdas dalam berpikir justru tak mampu berpikir terlebih dahulu dalam mengambil sebuah tindakkan. Tanpa memikirkan akibat dari tindakannya nanti, mereka menciptakan anarkisme dalam kampus.
Mungkin saat ini sangat penting sekali untuk mengingatkan para kaum terpelajar itu untuk belajar berpikir lagi. Agar mereka bisa mengambil keputusan dengan menggunakan otak mereka itu. Nah....gw pikir apa yang dilakukan perusahaan tempat gw bekerja dalam megingatkan karyawannya agar tidak bekerja gegabah, teledor atau semberono ini mungkin bisa ditiru oleh kampus-kampus di Indonesia. Ya....dengan memapang tulisan " Think First Before You Act " dihampir setiap sudut kampus. Tentunya kalau perlu disetiap pintu ruang kuliah mereka. Agar mereka dapat melihat tulisan itu lalu meresapi maksudnya. Sehingga lain waktu mereka tak bertingkah seperti sekarang ini. Meski mungkin nantinya tak bisa juga membuat mereka sadar pentingnya berpikir panjang sebelum bertindak, setidaknya kita sudah berusaha melakukan perubahan
Ya......sayangnya pemikiran ini cuma ada diotak gw doang,jadi nyaris tak berguna. Kecuali ada salah satu mahasiswa yang melihat blog gw ini dan merasa perihatin melihat apa yang terjadi pada kaum mereka, lalu menyampaikan ide ini ke kampusnya. Walaupun cuma sebuah andaikata saja......tak apalah.
Senin, 25 Februari 2008
tambah temen cewe lagi.....
Dua hari yang lalu gw menerima sebuah sms yang berisi kata-kata mutiara dari nomor yang ga gw kenal. Karena penasaran siapa pengirimnya maka gw sms balik n tanya siapa dia. Ternyata dia seorang cewe...uhuiii.......lumayan. Dia menjelaskan siapa dia, tinggal dimana, kerja atau kuliah. Gw senang tambah kenalan cewe baru, bukan lantaran siapa tau bisa gw gebet. Memang sich gw masih jomblo...hee....bukan promosi loch....hee...pd!!! Ya terkadang ada sich keinginan untuk ngegebet cewe baru...he...hhe......tapi memang gw seneng ja punya temen cewe baru. Dengan bertambah temen cewe baru setidaknya gw punya banyak sumber untuk berkonsultasi tentang cewe.
Bagi gw n pasti kebanyakan cowo, cewe adalah mahluk yang misterius begitu juga kebalikkannya...ya khan..... Dengan banyak memiliki temen cewe gw bisa mengenal banyak karakter cewe. Dari cewe tomboi yang cuek sampai cewe feminim yang sensitif n cemburuan. Tapi harus gw akui sebanyak apapun gw tau tentang seorang cewe, mereka tetap saja misterius yang terkadang begitu sulit dimengerti.Bukan begitu para cowo????????????
Bagi gw n pasti kebanyakan cowo, cewe adalah mahluk yang misterius begitu juga kebalikkannya...ya khan..... Dengan banyak memiliki temen cewe gw bisa mengenal banyak karakter cewe. Dari cewe tomboi yang cuek sampai cewe feminim yang sensitif n cemburuan. Tapi harus gw akui sebanyak apapun gw tau tentang seorang cewe, mereka tetap saja misterius yang terkadang begitu sulit dimengerti.Bukan begitu para cowo????????????
kau singkirkan puingku...maka kututup jalanmu
Ini kisah tentang 2 orang tetanggaku yang rumahnya berdampingan tapi terselingi sebuah gang sempit.Sebut saja namanya Si A dan Si B. Si A memiliki sebuah rumah bertingkat yang kebetulan ia kontrakkan dan beberapa kamar kecil yang ia kontrakkan terletak dibelakang rumahnya itu. Secara kebetulan akses masuk untuk orang yang kos dibelakang rumahnya ya...digang yang sempit itu, begitu juga dengan tangga untuk naik kelantai 2 bagi yang mengontrak disana. Kalaupun ada jalan yang lain harus jalan memutar cukup jauh. Sedangkan si B rumahnya tidak begitu bagus karena belum sempat direnovasi lagi setelah yang terakhir setahun lalu.
Seminggu yang lalu sebuah permasalahan timbul karena sikap si A yang terlalu cerewet. Ia tiba-tba marah karena si B telah menaruh puing-puing bekas renovasi rumahnya tepat dibawah tangga rumahnya untuk waktu yang cukup lama ( satu tahun , dan perang mulut terjadi. Si B sengaja tidak membuang puing tersebut karena masih bisa dipergunakan lagi, dan rencananya ia akan gunakan untuk menambah kekurangan bahan bangunan untuk renovasi nanti. Si B memang sengaja meletakkan puing tersebut di bawah tangga karena tak ada tempat lain untuk menyimpannya. Jadi bukan bermaksud membuat jelek pemandangan rumah si A.
Keadaan semakin meruncing sehari setelah si A marah-marah. Si B yang merasa tersinggung akan perkataan si A, akhirnya menyingkirkan puing itu keareal tanah miliknya di samping tangga. Bukan hanya itu ia pun membeli bahan bangunan untuk renovasi rumahnya dan meletakkannya lagi di samping tangga, yang secara otomatis menutup rapat jalan menuju kontrakkan dibelakang rumah si A dan juga menutupi jalan untuk naik ke tangga tersebut. Karena hal tersebut membuat orang-orang yang kos di tempat si A menjadi tak nyaman, mereka mengadu kepada si A. Keributan baru pun terjadi, si A marah-marah dan memanggil saudaranya untuk membelanya. Adu mulut tak terhindarkan, semua perkataan kotor pun terlontar dengan deras. Para tetangga yang lain merasa terganggu dan segera melaporkannya kepada RT setempat. Akhirnya permasalahan diselesaikan dengan cara lebih kekeluargaan, sehingga kedua pihak tidak melanjutkan perseteruan tersebut.
Begitulah romantika hidup bertetangga kadang terjadi perselisihan. Tapi kejadian tersebut tidak perlu terjadi andaikata si A mau bertenggang rasa membiarkan si B menaruh puing tersebut di bawah tangga rumahnya. Toh dia sendiri sadar kalau tak ada tempat lain selain disitu, karena kalau puing itu ditaruh disamping tangga sudah pasti sedikit menggangu jalan. Yang pasti itu bisa merugikan dia nantinya.
Kadang kita bertingkah laku seperti si A, bertindak tanpa berpikir lebih dulu. Terpancing ego disertai emosi. Lupa Fitrah kita sebagai manusia yaitu mahluk sosial yang hidup berdampingan. Saling membutuhkan, memberi, bertenggang rasa, peduli akan keadaan sekitar.
Seminggu yang lalu sebuah permasalahan timbul karena sikap si A yang terlalu cerewet. Ia tiba-tba marah karena si B telah menaruh puing-puing bekas renovasi rumahnya tepat dibawah tangga rumahnya untuk waktu yang cukup lama ( satu tahun , dan perang mulut terjadi. Si B sengaja tidak membuang puing tersebut karena masih bisa dipergunakan lagi, dan rencananya ia akan gunakan untuk menambah kekurangan bahan bangunan untuk renovasi nanti. Si B memang sengaja meletakkan puing tersebut di bawah tangga karena tak ada tempat lain untuk menyimpannya. Jadi bukan bermaksud membuat jelek pemandangan rumah si A.
Keadaan semakin meruncing sehari setelah si A marah-marah. Si B yang merasa tersinggung akan perkataan si A, akhirnya menyingkirkan puing itu keareal tanah miliknya di samping tangga. Bukan hanya itu ia pun membeli bahan bangunan untuk renovasi rumahnya dan meletakkannya lagi di samping tangga, yang secara otomatis menutup rapat jalan menuju kontrakkan dibelakang rumah si A dan juga menutupi jalan untuk naik ke tangga tersebut. Karena hal tersebut membuat orang-orang yang kos di tempat si A menjadi tak nyaman, mereka mengadu kepada si A. Keributan baru pun terjadi, si A marah-marah dan memanggil saudaranya untuk membelanya. Adu mulut tak terhindarkan, semua perkataan kotor pun terlontar dengan deras. Para tetangga yang lain merasa terganggu dan segera melaporkannya kepada RT setempat. Akhirnya permasalahan diselesaikan dengan cara lebih kekeluargaan, sehingga kedua pihak tidak melanjutkan perseteruan tersebut.
Begitulah romantika hidup bertetangga kadang terjadi perselisihan. Tapi kejadian tersebut tidak perlu terjadi andaikata si A mau bertenggang rasa membiarkan si B menaruh puing tersebut di bawah tangga rumahnya. Toh dia sendiri sadar kalau tak ada tempat lain selain disitu, karena kalau puing itu ditaruh disamping tangga sudah pasti sedikit menggangu jalan. Yang pasti itu bisa merugikan dia nantinya.
Kadang kita bertingkah laku seperti si A, bertindak tanpa berpikir lebih dulu. Terpancing ego disertai emosi. Lupa Fitrah kita sebagai manusia yaitu mahluk sosial yang hidup berdampingan. Saling membutuhkan, memberi, bertenggang rasa, peduli akan keadaan sekitar.
Kamis, 14 Februari 2008
Sersan..
Banyak orang mengira gw mungkin rada gokil, hampir setiap hari ada saja tingkah laku gw yang aneh. Dari menari sendiri, berkelakar ga karuan, pokoknya bertingkah yang menurut orang konyol. Sebenarnya gw juga ga ngarti kenapa sering melakukan itu, semua terkadang mengalir begitu aja. Walaupun begitu gw tetap sadar ama apa yang gw lakuin. Yang gw lakuin itu sebenarnya hanya bentuk emosi jiwa, klo gw lagi sedih kadang gwe denger musik dan menari dengan gaya orang tolol / semau gw. Gw tuh ga mau klo ada masalah membuat diri gw mati beraktifis, makanya gw ngelakuin itu.
Hampir setiap hari selalu ada aja kelakar, memang gw orangnya ga bisa full serius. Makanya temen gw sering marah karena ditengah keseriusan mereka gw sering berkelakar. Bukannya mereka ga gw hargai, gw memang begitu setiap hal selalu gw hadapi dengan sersan ( serius tapi santai ). Walau begitu gw tau kok dimana gw harus benar-benar serius n terlebih lagi gw ga bakalan bertingkah aneh didepan orang2 yang ga gw kenal. Bisa-bisa gw dianggap gokil beneran....hheee....hheee....
Nb : Agustus 2004
Hampir setiap hari selalu ada aja kelakar, memang gw orangnya ga bisa full serius. Makanya temen gw sering marah karena ditengah keseriusan mereka gw sering berkelakar. Bukannya mereka ga gw hargai, gw memang begitu setiap hal selalu gw hadapi dengan sersan ( serius tapi santai ). Walau begitu gw tau kok dimana gw harus benar-benar serius n terlebih lagi gw ga bakalan bertingkah aneh didepan orang2 yang ga gw kenal. Bisa-bisa gw dianggap gokil beneran....hheee....hheee....
Nb : Agustus 2004
Wow.....otak kita kerenz.....
Sudah sejam lebih gw nongkrong di depan monitor tapi ga dapet juga ide buat nulis. Rasanya kepala ini kosong ga ada isinya sama sekali. Tapi toch meski tak ada satu pun ide yang keluar dari otak gw, ternyata otak gw ini tak sepenuhnya diam. Sebagai contoh ya...saat seperti sekarang ini, gw lagi bingung cari sesuatu yang menarik untuk ditulis ternyata tanpa tersadar gw mulai menulis kata per kata dan akhirnya menjadi tulisan ini.
Meski tak begitu banyak bearti tulisan ini, setidaknya anggapan banyak orang yang berfikir kalau mereka tak mendapatkan sebuah ide untuk melakukan sesuatu,berarti otak mereka sedang diam alias tak bekerja adalah anggapan yang salah. Tanpa sadar otak kita telah bekerja dan memberikan signal kepada bagian tubuh kita yang lain untuk melakukan sesuatu, yang ternyata dalam mengerjakannya butuh sebuah konsentrasi yang penuh dari otak kita. Sebagai contoh lain, ketika kita sedang mencoba menulis pada selembar kertas, tetapi setiap mulai menulis ada saja salah dalam penulisan kata atau susunan kata. Saking kesalnya secara refleks tangan kita meremas-remas kertas tersebut dan melemparnya ketempat sampah layaknya seorang pemain basket, dan kertas itu ternyata jatuh tepat didalam tempat sampah tersebut.
Kalau kita coba sekali lagi dengan sengaja melempar kertas tadi pasti kita akan butuh konsentrasi lebih untuk mengarahkannya agar lemparan tersebut tidak meleset. Jadi betapa cepatnya otak kita saat itu, memberikan signal kepada tangan untuk meremas kertas, memberikan signal ke mata agar mengarahkan pandangan mata kearah tempat sampah. Memperkirakan jarak kita dari tempat sampah dan memperhitungkan seberapa besar kekuatan lemparan kita nanti, lalu kembali memberikan signal ke tangan kita kembali agar kita dapat mengatur arah dan kekuatan lemparan sehingga tepat sasaran. Tentunya itu semua dilakukan otak kita hanya dalam beberapa detik, menakjubkan....!!!!
Meski tak begitu banyak bearti tulisan ini, setidaknya anggapan banyak orang yang berfikir kalau mereka tak mendapatkan sebuah ide untuk melakukan sesuatu,berarti otak mereka sedang diam alias tak bekerja adalah anggapan yang salah. Tanpa sadar otak kita telah bekerja dan memberikan signal kepada bagian tubuh kita yang lain untuk melakukan sesuatu, yang ternyata dalam mengerjakannya butuh sebuah konsentrasi yang penuh dari otak kita. Sebagai contoh lain, ketika kita sedang mencoba menulis pada selembar kertas, tetapi setiap mulai menulis ada saja salah dalam penulisan kata atau susunan kata. Saking kesalnya secara refleks tangan kita meremas-remas kertas tersebut dan melemparnya ketempat sampah layaknya seorang pemain basket, dan kertas itu ternyata jatuh tepat didalam tempat sampah tersebut.
Kalau kita coba sekali lagi dengan sengaja melempar kertas tadi pasti kita akan butuh konsentrasi lebih untuk mengarahkannya agar lemparan tersebut tidak meleset. Jadi betapa cepatnya otak kita saat itu, memberikan signal kepada tangan untuk meremas kertas, memberikan signal ke mata agar mengarahkan pandangan mata kearah tempat sampah. Memperkirakan jarak kita dari tempat sampah dan memperhitungkan seberapa besar kekuatan lemparan kita nanti, lalu kembali memberikan signal ke tangan kita kembali agar kita dapat mengatur arah dan kekuatan lemparan sehingga tepat sasaran. Tentunya itu semua dilakukan otak kita hanya dalam beberapa detik, menakjubkan....!!!!
Rabu, 13 Februari 2008
Film kartun
Hampir tiap minggu pagi gw pasti selalu ada di depan televisi tuk nonton film kartun. Entah mengapa gw suka sekali sama film yang notabene penontonnya adalah anak-anak kecil. Yang jelas gw ngerasa otak lebih fresh en rileks aja, gw jadi ngerasa kembali kemasa kanak-kanak. Mungkin banyak diantara kita yang merasa malu ketika menonton film kartun karena takut dikatakan " payah masih kekanak-kanakan,belum dewasa!!" Tahukah kita kalau hampir semua film yang beredar di Indonesia banyak sekali memberikan contoh perilaku yang tidak baik, seperti kekerasan dan budaya yang tak sesuai dengan kebudayaan bangsa kita. Hanya film kartun sajalah yang tidak mengandung hal-hal tersebut.
Dengan menonton film kartun jiwa kekanak-kanakkan kita akan kembali sehingga dapat membuat sebuah keseimbangan dalam diri kita. Lihat orang-orang yang suka melakukan tindakan anarkis,kekejaman,dan prilaku amoral lainnya, didalam diri mereka tidak ada sedikitpun sifat kekanak-kanakkan. Dalam jiwa anak-anak itu pada dasarnya tidak pernah ada dendam,egoisme,kekerasan, permusuhan. Dalam diri mereka yang ada hanya ceria,tawa,persahabatan,kebaikan. Sifat-sifat tersebutlah yang dapat meredam semua sifat buruk yang ada pada orang dewasa dan dapat mengontrol diri kita agar tak melakukan tindakan amoral.
Selain itu dengan menonton film kartun otak kita yang tegang dan stres akibat permasalahan yang kita hadapi setiap harinya dapat menjadi lebih fresh dan rileks, hal ini dikarenakan sewaktu kita menonton film kartun tersebut kita ikut terlarut dalam keceriaan yang ada dalam setiap ceritanya. Kita akan terhanyut dalam indahnya khayalan dan imajinasi sang pengarang cerita film kartun tersebut, hingga sejenak kita lepas dari semua beban yang menindih pundak kita. Dengan sendirinya tanpa kita sadari pula, kita telah mengobati penyakit yang banyak diderita oleh hampir seluruh orang dewasa dibumi tanpa mengeluarkan sedikitpun biaya dan tanpa terapi khusus. Bukankah itu menguntungkan!!!
Heee...hee....hidup Tom and Jerry...hidup Dragon Ballz...!!!!!
Nb : Oktober 2004
Dengan menonton film kartun jiwa kekanak-kanakkan kita akan kembali sehingga dapat membuat sebuah keseimbangan dalam diri kita. Lihat orang-orang yang suka melakukan tindakan anarkis,kekejaman,dan prilaku amoral lainnya, didalam diri mereka tidak ada sedikitpun sifat kekanak-kanakkan. Dalam jiwa anak-anak itu pada dasarnya tidak pernah ada dendam,egoisme,kekerasan, permusuhan. Dalam diri mereka yang ada hanya ceria,tawa,persahabatan,kebaikan. Sifat-sifat tersebutlah yang dapat meredam semua sifat buruk yang ada pada orang dewasa dan dapat mengontrol diri kita agar tak melakukan tindakan amoral.
Selain itu dengan menonton film kartun otak kita yang tegang dan stres akibat permasalahan yang kita hadapi setiap harinya dapat menjadi lebih fresh dan rileks, hal ini dikarenakan sewaktu kita menonton film kartun tersebut kita ikut terlarut dalam keceriaan yang ada dalam setiap ceritanya. Kita akan terhanyut dalam indahnya khayalan dan imajinasi sang pengarang cerita film kartun tersebut, hingga sejenak kita lepas dari semua beban yang menindih pundak kita. Dengan sendirinya tanpa kita sadari pula, kita telah mengobati penyakit yang banyak diderita oleh hampir seluruh orang dewasa dibumi tanpa mengeluarkan sedikitpun biaya dan tanpa terapi khusus. Bukankah itu menguntungkan!!!
Heee...hee....hidup Tom and Jerry...hidup Dragon Ballz...!!!!!
Nb : Oktober 2004
Senin, 11 Februari 2008
Full house
wah hari ini kebetulan sekali pas buka-buka internet temen gw lagi download OST-nya full house dari youtube, jadi inget sama serunya film drama itu. mungkin karena rasa kangen sama film itu gw uploud aja OST-nya dari youtube ke blog-gw ini.
Pindahan.............
Dah lama banget ga isi blog, jadi malu sama diri sendiri bikin blog tapi koq cuma untuk di anggurin aja. Ya akhirnya ambil keputusan dech tuk bikin baru lagi n pindahin beberapa isi blog lama ke sini. Semoga aja penyakit lama ga kambuh....heeee.....
Sinetron....kamus kekejaman gaya baru
"Televisi"..begitu lekat menyatu dengan kehidupan masyarakat kita. Begitu banyak acara disajikan untuk menghibur. Dari acara berita, kuis, demo masak, hingga berbagai macam sinetron. Dan belakangan ini acara yang begitu banyak mengisi setiap stasiun televisi yang ada di negara kita adalah sinetron. Acara ini mungkin yang paling digemari oleh banyak pemirsa televisi dari anak-anak hingga orang tua. Tapi acara yang justru paling banyak ditonton ini justru jarang sekali mengandung pesan-pesan moral. Bahkan belakangan gw perhatikan malah semakin banyak memperlihatkan perlakuan-perlakuan kasar atau keji dan tak bermoral. Entah apa maksud dari para produsen sinetron di negara kita dengan semakin memperbanyak sinetron yang bertemakan kekejaman terhadap orang lain.
Sinetron sekarang sudah seperti sebuah kamus yang berisikan berbagai macam tindakan keji dan tak bermoral. Ini jelas nantinya akan berpengaruh buruk bagi perkembangan akhlak dan moral masyarakat kita, terutama bagi anak-anak. Memang sich disetiap acara televisi biasanya diterakan tanda bagi penonton yang memberitahukan apakah acara tersebut untuk segala usia, untuk dewasa, atau untuk anak-anak, perlu atau tidak bimbingan dari orang tua. Perlu kita ketahui walaupun sudah dijelaskan bahwa ketika menonton acara tersebut nantinya perlu bimbingan dari orang tua, tapi apakah setiap orang tua juga nantinya akan mengarahkan anaknya ketika menonton acara yang didalamnya memperlihatkan tindakan-tindakan kejam. Sedangkan dari pengamatan gw banyak sekali anak-anak yang ketika menonton acara seperti itu tanpa didampingi orang tua mereka, kalaupun ada orang tua mereka hanya bersifat menemaninya menonton bukan sebagai pembimbing. Memang kalau kita perhatikan jelas itu merupakan kelalaian orang tua si anak. Tapi sadarkah kita bahwa tindakan-tindakan keji dan tak bermoral yang diperlihatkan dalam adegan sinetron tersebut juga sudah diluar batas. Banyak sekali contoh-contoh penyiksaan gaya baru yang mungkin dulu orang tak pernah berpikir, kalau ada orang yang setega itu melakukannya. Salah satu contoh saja, di salah satu sinetron malah ada sosok seorang anak SD yang mampu melakukan tindakan kejam yang kalau kita pikir tidak mungkin anak seumur itu mampu melakukannya, jangankan melakukannya memikirkannyapun mereka tak mungkin bisa.
Jelas sekali ini membuat sinetron menjadi seperti sebuah kamus baru bagi tindakan-tindakan keji dan tak bermoral yang dapat membuat anak-anak nantinya memiliki perangai yang kasar. Karena tanpa sadar tindakan-tindakan kejam yang mereka tonton tersebut terekam dalam memori mereka dan menjadikan mereka sosok-sosok orang kejam yang baru. Dan menambah deretan pelaku kejahatan di lingkungan masyarakat kita.
NB : September 2004
Sinetron sekarang sudah seperti sebuah kamus yang berisikan berbagai macam tindakan keji dan tak bermoral. Ini jelas nantinya akan berpengaruh buruk bagi perkembangan akhlak dan moral masyarakat kita, terutama bagi anak-anak. Memang sich disetiap acara televisi biasanya diterakan tanda bagi penonton yang memberitahukan apakah acara tersebut untuk segala usia, untuk dewasa, atau untuk anak-anak, perlu atau tidak bimbingan dari orang tua. Perlu kita ketahui walaupun sudah dijelaskan bahwa ketika menonton acara tersebut nantinya perlu bimbingan dari orang tua, tapi apakah setiap orang tua juga nantinya akan mengarahkan anaknya ketika menonton acara yang didalamnya memperlihatkan tindakan-tindakan kejam. Sedangkan dari pengamatan gw banyak sekali anak-anak yang ketika menonton acara seperti itu tanpa didampingi orang tua mereka, kalaupun ada orang tua mereka hanya bersifat menemaninya menonton bukan sebagai pembimbing. Memang kalau kita perhatikan jelas itu merupakan kelalaian orang tua si anak. Tapi sadarkah kita bahwa tindakan-tindakan keji dan tak bermoral yang diperlihatkan dalam adegan sinetron tersebut juga sudah diluar batas. Banyak sekali contoh-contoh penyiksaan gaya baru yang mungkin dulu orang tak pernah berpikir, kalau ada orang yang setega itu melakukannya. Salah satu contoh saja, di salah satu sinetron malah ada sosok seorang anak SD yang mampu melakukan tindakan kejam yang kalau kita pikir tidak mungkin anak seumur itu mampu melakukannya, jangankan melakukannya memikirkannyapun mereka tak mungkin bisa.
Jelas sekali ini membuat sinetron menjadi seperti sebuah kamus baru bagi tindakan-tindakan keji dan tak bermoral yang dapat membuat anak-anak nantinya memiliki perangai yang kasar. Karena tanpa sadar tindakan-tindakan kejam yang mereka tonton tersebut terekam dalam memori mereka dan menjadikan mereka sosok-sosok orang kejam yang baru. Dan menambah deretan pelaku kejahatan di lingkungan masyarakat kita.
NB : September 2004
Intelek or in-tele’
Beberapa hari yang lalu gw melihat berita tentang tawuran antar mahasiswa di daerah salemba. Melihat kejadian itu gw jadi malu en ga' habis fikir,bagaimana bisa kaum intelek yang dulu menggembor-gemborkan reformasi sekarang bertingkah seperti anak-anak sekolah tingkat STM,pada hal anak STM yang dulu sering tawuran perlahan sudah mulai berkurang. Mereka bukan hanya saling adu fisik tapi juga sudah melakukan tindakan yang meresahkan dan merugikan orang lain. Entah dimana otak para kaum yang dikatakan intelek ini? apa mereka memang sudah ga ada kerjaan lagi setelah melakukan reformasi?
Dulu mereka berteriak-teriak agar pamerintahan bersih dari pejabat-pejabat tak bermoral kini mereka dengan jelas-jelas sudah melakukan tindakan tak bermoral. Tingkah laku mereka seolah cerminan dari masa muda yang liar yang tak pernah mengenal pendidikan. Apa jadinya jika orang-orang ini kelak duduk dipemerintahan? mungkin yang terjadi adalah terbentuknya kabinet anarkis.Dan mungkin saat ini orang-orang seperti mereka sudah tak pantas disebut kaum intelek tapi berubah menjadi kaum in-tele'(bahasa jawa),karena memang saat ini apa yang keluar dari mulut dan sikap mereka tak jauh tak berharga seperti tele'.
Nb : November 2004
Dulu mereka berteriak-teriak agar pamerintahan bersih dari pejabat-pejabat tak bermoral kini mereka dengan jelas-jelas sudah melakukan tindakan tak bermoral. Tingkah laku mereka seolah cerminan dari masa muda yang liar yang tak pernah mengenal pendidikan. Apa jadinya jika orang-orang ini kelak duduk dipemerintahan? mungkin yang terjadi adalah terbentuknya kabinet anarkis.Dan mungkin saat ini orang-orang seperti mereka sudah tak pantas disebut kaum intelek tapi berubah menjadi kaum in-tele'(bahasa jawa),karena memang saat ini apa yang keluar dari mulut dan sikap mereka tak jauh tak berharga seperti tele'.
Nb : November 2004
Melihat ke atas??
Gwe punya temen cewe die akhwat ( muslimah taat ).Suatu malam kita ngobrol masalah kerjaan gwe.Dia kesel gwe ga dateng rapat,padahal di rapat itu gwe yang paling ditunggu laporan tugasnya,dan gwe ga dateng lantaran lembur karna ada kerjaan mendadak. Dia bingung gwe kayanya seneng amat ma kerjaan gwe sampe klo pulang malem trus en sering ga libur. Dia bilang " lo demen amat ngejar dunia, sampe segitu rajinnya kerja ". Ya.. gwe bilang aja ke dia "gwe ga seperti yang lu pikir,yang gwe lakuin itu karna tanggung jawab gwe dan itu resiko gwe karna kerja disitu ".Trus dia bilang lagi " tapi kan lo juga punya tanggung jawab diacara ini "(acara 17-an). Gw coba jelasin ke dia apa masalahnya kenapa gw sepertinya korbanin tanggung jawab di acara itu sampe dia ngerti. Gw bilang ke dia " Kita hidup itu selalu punya pilihan,dan apa yang gwe lakukan adalah resiko dari apa yang gwe pilih. Gw dah pilih kerja di pabrik itu dan konsekwensi logisnya gwe harus ikuti peraturan dipabrik itu. Dan salah satunya gwe harus siap kerja kapan aja perusahaan gwe butuh,karena itu bagian dari jobdescrption gwe. Lagi pula gwe seneng karena kerjaan ini mang yang gwe incer dari gwe sekolah ( gwe teknisi mekanik ).Dia ngerti juga akhirnya. Tapi die nanya lagi " lo puas ma yang dah lo dapet?". Gw bilang masih belom karena masih ada keinginan terbesar gwe yang belum tercapai". Dia bingung, karena dia liat kerjaan gwe dah enak, trus dia bilang " lo mah ngeliat keatas trus,jadi ngerasa kurang terus ". Ternyata dia salah tangkep apa yang gw maksud,karena emang gw blom ngomongin seluruhnya. Memang gw akuin gw punya obsesi yang membust gw melihat ke atas en bikin gwe ngerasa kurang, tapi bukan berarti gw ga bersukur. Gw punya keinginan untuk mendapat lebih bukan karena gw rakus atau ga bersyukur,tapi ada hal lain yang mendorong.Kalo hidup yang gw jalanin cuma buat gw sendiri,ga ada orang2 disekitar gw yang harus gw bahagiain,semua yang ada didiri gw adalah lebih dari cukup. Tapi gw ga hidup sendiri,gw adalah seorang anak yang punya kewajiban untuk ngebahagiain orang tua, gw adalah temen yang harus bisa berbagi kesenengan sama sahabatnya,karna itu semua gw lakuin.Klo gw ga punya apa-apa,trus yang bisa gw kasih mereka apaan? Memang gwe punya sebuah keinginan besar/obsesi dan itu wajar,karena itu akan membuat orang lebih baik,selama caranya ga menyalahi syari'at.Toh dalam mengejar nya gw ga ngoyo, gw tau bates kemampuan gw, gw tau kapan harus istirahat bergerak dan kapan harus bergerak lagi.Gw ga akan memaksakan diri hingga menyiksa diri gw sendiri. Selama yang gw bisa dapet itu bisa membuat gw menunaikan kewajiban gw itu,gw dah merasa cukup dan teramat sangat bersyukur kepada Allah S.W.T.Ada bagian kehidupan gwe yang dia ga tau,padahal gw yang dia liat selalu ngoyo adalah orang yang ga punya semangat besar,ga ngoyo untuk ngewujudin obsesi gw tadi bahkan teramat sangat santai hingga gw sering ketinggalan kereta yang bisa membawa gw ke cita-cita gw. Kenapa? ya....karena gw sadar semua yang gw dapat untuk diri gw itu dah lebih dari cukup.Karena gw sadar banyak yang kondisinya lebih buruk dari gw dan mereka bisa mensyukuru itu,so...kenapa gw ga bisa? ( Cita-cita bagi gwe adalah suatu keinginan yang bisa mendorong semangat gwe aja,bukanlah tujuan mutlak yang membuat gw bisa menghalalkan segala cara )
Nb : Gw tulis tahun 2004
Nb : Gw tulis tahun 2004
Egoisme....
Tahun ini Katar dilingkungan rumah gwe ngadain sebuah acara, panggung konser akademi parodi indonesia API ,en gwe masuk didalam kepanitiaan acara tersebut. Gwe kebagian seksi acara. Waktu persiapan pembuatan panggung kita sedikit menghadapi masalah, pak RT tiba-tiba saja ingin mengubah rencana pembuatan panggung,padahal kita tuch dah punya kopnsep panggungnya en itu dah dibuat ma seksi dekorasi cukup lama. Karena waktu yang ada tuk menyelesaikan pembuatan panggung sangat singkat seksi acara bersikeras tuk bikin panggung sesuai konsep yang dia buat. Disisi lain keadan dilapangan memang kurang pas untuk panggung,kita jadinya agak susah tuk merealisasikan konsep tersebut. Perdebatan pun terjadi antara salah satu senior katar dengan seksi dekorasi, perdebatan terus berlangsung tanpa ada jalan keluar sedangkan waktu sudah benar-benar sempit ( saat itu pukul 14:00, panggung harus selesai pukul 18:00) akibat perdebatan tersebut tak seorang pun yang bergerak tuk membuat panggung. Gwe jadi kesel melihat perdebatan mempertahankan pendapat tersebut. Gwe ajak aja salah satu dari junior gwe tuk mindahin palet agar panggung bisa segera dibuat tanpa menunggu hasil perdebatan tersebut. Rekan-rekan yang lain pun ikut bergerak dan akhirnya perdebatan dengan sendirinya selesai tanpa hasil.
Dari kejadian tersebut hal yang paling gwe sesalin adalah mengapa disaat seperti itu masih saja terjadi egoisme dalam mempertahankan pendapat perorang, padahal yang kita butuhkan saat itu adalah kerja sama,toh nantinya pendapat siapapun yang dipakai itu demi kebaikan bersama. Memang setiap orang punya ego, tapi ego yang berlebihan apalagi saat kita akan melakukan sebuah rencana hanyalah akan menambah sebuah masalh bukannya membantu kita tuk mensukseskannya. Mengalah adalah jalan terbaik menghadapinya, tapi rupanya itu hal yang susah untuk dilakukan oleh sebagian orang. Dan itulah yang terjadi pada kedua rekan gwe. Walaupun seperti itu gwe tetap seneng karena mereka mau menghentikan perdebatan saat semuanya dah bergerak tuk membuat panggung yang hasilnya jelas ga sesuai dengan harapan mereka.
Nb : Gw tulis ini sewaktu jadi panitia acara 17-an tahun 2004
Dari kejadian tersebut hal yang paling gwe sesalin adalah mengapa disaat seperti itu masih saja terjadi egoisme dalam mempertahankan pendapat perorang, padahal yang kita butuhkan saat itu adalah kerja sama,toh nantinya pendapat siapapun yang dipakai itu demi kebaikan bersama. Memang setiap orang punya ego, tapi ego yang berlebihan apalagi saat kita akan melakukan sebuah rencana hanyalah akan menambah sebuah masalh bukannya membantu kita tuk mensukseskannya. Mengalah adalah jalan terbaik menghadapinya, tapi rupanya itu hal yang susah untuk dilakukan oleh sebagian orang. Dan itulah yang terjadi pada kedua rekan gwe. Walaupun seperti itu gwe tetap seneng karena mereka mau menghentikan perdebatan saat semuanya dah bergerak tuk membuat panggung yang hasilnya jelas ga sesuai dengan harapan mereka.
Nb : Gw tulis ini sewaktu jadi panitia acara 17-an tahun 2004
Langganan:
Komentar (Atom)