السلم عليكم ورحمةالله وبركة { wellcome to my blog } السلم عليكم ورحمةالله وبركة

Selasa, 09 September 2008

wahhh....lama juga.....

wahhh.....lama juga ga ngisis blog. rasanya males banget mo ngisi or update blog gw.
kayanya otak gw butek, ga bisa sedikitpun berpikir apa yang mesti gw tulis di blog. padahal begitu banyak cerita mengalir ketika gw lagi curhat sama temen2 gw, yang sebenarnya klo gw mau bisa aja gw tulis buat tambah isi blog ini.
tapi dasar kalo sudah dateng malesnya apa saja ga bisa dikerjakan dengan baik bahkan bisa2 terlantar, kaya nasib blog gw ini. bagaimana ya cara ngilangin rasa penyakit males gw nich????? sampe sekarang masih belum juga dapet obatnya. hanya sesekali saja saat semangat menggebu-gebu semua yang lama ga gw urusin/kerjakan bisa selesai dalam waktu yang terhitung singkat. tapi....ya itu dia...bom buat meledakkan semangatnya yang terkadang ga bisa nyala.....dasar pemalas...........

Selasa, 11 Maret 2008

bersamamu malam itu......

bersamamu malam itu...
membuatku bahagia
meski ku tahu...
tak ada ikatan rasa antara kita

harapan itu memang hampir punah
tapi bukan berarti...
akan hilang tanpa sisa

bersamamu malam itu
waktu terasa mengejarku
ingin rasa berlari...
agar semua yang kulalui
tak cepat terhenti
dan berakhir diujung perpisahan

bersamamu malam itu
kado terindah bagiku
meski kita pernah mengalami dulu
tapi lebih berarti malam itu

Senin, 03 Maret 2008

think first before you act.....

" Think First Before You Act " Ya kata itu terpampang jelas di salah satu sudut tempat gw bekerja. Bukan tanpa tujuan tentunya manajemen ditempat gw bekerja memapang tulisan itu besar-besar. Saat ini memang perusahaan tempat gw bekerja sangat konsen mengurus yang namanya Keselamatan Kerja. Dengan harapan nol kecelakan kerja bisa di capai. Bukan hal yang baru juga tulisan itu terpampang karena telah lama tuisan itu ada, hanya saja melihat tulisan tersebut jadi terlintas sebuah pemikiran kecil.
Sudah hampir seminggu gw lihat di hampir semua pemberitaan media menyoroti masalah tawuran antar mahasiswa. Yng kalau ditelusuri lebih dalam lagi, ternyata semua berawal dari masalah yang sepele. Hanya karena salah satu rekan mereka dipukuli oleh anak dari fakultas yang lain. Dari sebuah pertengkaran dua kelompok kecil menjadi pertengkaran yang meluas menjadi perang dua kelompok besar. Dengan dalih solidaritas mereka membela teman yang diniaya, tanpa berpikir panjang kembali menyerang pihak yang mereka anggap tersangka. Padahal belum tentu juga mereka mengetahui pokok permasalahannya. Belum tentu juga teman yang mereka bela ada di posisi yang benar. Kalau pun ya,cara yang mereka tempuh sangarlah brutal, sungguh tak menecerminkan siapa diri mereka. Kaum yang dikatakan intelek, yang cerdas dalam berpikir justru tak mampu berpikir terlebih dahulu dalam mengambil sebuah tindakkan. Tanpa memikirkan akibat dari tindakannya nanti, mereka menciptakan anarkisme dalam kampus.
Mungkin saat ini sangat penting sekali untuk mengingatkan para kaum terpelajar itu untuk belajar berpikir lagi. Agar mereka bisa mengambil keputusan dengan menggunakan otak mereka itu. Nah....gw pikir apa yang dilakukan perusahaan tempat gw bekerja dalam megingatkan karyawannya agar tidak bekerja gegabah, teledor atau semberono ini mungkin bisa ditiru oleh kampus-kampus di Indonesia. Ya....dengan memapang tulisan " Think First Before You Act " dihampir setiap sudut kampus. Tentunya kalau perlu disetiap pintu ruang kuliah mereka. Agar mereka dapat melihat tulisan itu lalu meresapi maksudnya. Sehingga lain waktu mereka tak bertingkah seperti sekarang ini. Meski mungkin nantinya tak bisa juga membuat mereka sadar pentingnya berpikir panjang sebelum bertindak, setidaknya kita sudah berusaha melakukan perubahan
Ya......sayangnya pemikiran ini cuma ada diotak gw doang,jadi nyaris tak berguna. Kecuali ada salah satu mahasiswa yang melihat blog gw ini dan merasa perihatin melihat apa yang terjadi pada kaum mereka, lalu menyampaikan ide ini ke kampusnya. Walaupun cuma sebuah andaikata saja......tak apalah.

Senin, 25 Februari 2008

tambah temen cewe lagi.....

Dua hari yang lalu gw menerima sebuah sms yang berisi kata-kata mutiara dari nomor yang ga gw kenal. Karena penasaran siapa pengirimnya maka gw sms balik n tanya siapa dia. Ternyata dia seorang cewe...uhuiii.......lumayan. Dia menjelaskan siapa dia, tinggal dimana, kerja atau kuliah. Gw senang tambah kenalan cewe baru, bukan lantaran siapa tau bisa gw gebet. Memang sich gw masih jomblo...hee....bukan promosi loch....hee...pd!!! Ya terkadang ada sich keinginan untuk ngegebet cewe baru...he...hhe......tapi memang gw seneng ja punya temen cewe baru. Dengan bertambah temen cewe baru setidaknya gw punya banyak sumber untuk berkonsultasi tentang cewe.
Bagi gw n pasti kebanyakan cowo, cewe adalah mahluk yang misterius begitu juga kebalikkannya...ya khan..... Dengan banyak memiliki temen cewe gw bisa mengenal banyak karakter cewe. Dari cewe tomboi yang cuek sampai cewe feminim yang sensitif n cemburuan. Tapi harus gw akui sebanyak apapun gw tau tentang seorang cewe, mereka tetap saja misterius yang terkadang begitu sulit dimengerti.Bukan begitu para cowo????????????

kau singkirkan puingku...maka kututup jalanmu

Ini kisah tentang 2 orang tetanggaku yang rumahnya berdampingan tapi terselingi sebuah gang sempit.Sebut saja namanya Si A dan Si B. Si A memiliki sebuah rumah bertingkat yang kebetulan ia kontrakkan dan beberapa kamar kecil yang ia kontrakkan terletak dibelakang rumahnya itu. Secara kebetulan akses masuk untuk orang yang kos dibelakang rumahnya ya...digang yang sempit itu, begitu juga dengan tangga untuk naik kelantai 2 bagi yang mengontrak disana. Kalaupun ada jalan yang lain harus jalan memutar cukup jauh. Sedangkan si B rumahnya tidak begitu bagus karena belum sempat direnovasi lagi setelah yang terakhir setahun lalu.
Seminggu yang lalu sebuah permasalahan timbul karena sikap si A yang terlalu cerewet. Ia tiba-tba marah karena si B telah menaruh puing-puing bekas renovasi rumahnya tepat dibawah tangga rumahnya untuk waktu yang cukup lama ( satu tahun , dan perang mulut terjadi. Si B sengaja tidak membuang puing tersebut karena masih bisa dipergunakan lagi, dan rencananya ia akan gunakan untuk menambah kekurangan bahan bangunan untuk renovasi nanti. Si B memang sengaja meletakkan puing tersebut di bawah tangga karena tak ada tempat lain untuk menyimpannya. Jadi bukan bermaksud membuat jelek pemandangan rumah si A.
Keadaan semakin meruncing sehari setelah si A marah-marah. Si B yang merasa tersinggung akan perkataan si A, akhirnya menyingkirkan puing itu keareal tanah miliknya di samping tangga. Bukan hanya itu ia pun membeli bahan bangunan untuk renovasi rumahnya dan meletakkannya lagi di samping tangga, yang secara otomatis menutup rapat jalan menuju kontrakkan dibelakang rumah si A dan juga menutupi jalan untuk naik ke tangga tersebut. Karena hal tersebut membuat orang-orang yang kos di tempat si A menjadi tak nyaman, mereka mengadu kepada si A. Keributan baru pun terjadi, si A marah-marah dan memanggil saudaranya untuk membelanya. Adu mulut tak terhindarkan, semua perkataan kotor pun terlontar dengan deras. Para tetangga yang lain merasa terganggu dan segera melaporkannya kepada RT setempat. Akhirnya permasalahan diselesaikan dengan cara lebih kekeluargaan, sehingga kedua pihak tidak melanjutkan perseteruan tersebut.
Begitulah romantika hidup bertetangga kadang terjadi perselisihan. Tapi kejadian tersebut tidak perlu terjadi andaikata si A mau bertenggang rasa membiarkan si B menaruh puing tersebut di bawah tangga rumahnya. Toh dia sendiri sadar kalau tak ada tempat lain selain disitu, karena kalau puing itu ditaruh disamping tangga sudah pasti sedikit menggangu jalan. Yang pasti itu bisa merugikan dia nantinya.
Kadang kita bertingkah laku seperti si A, bertindak tanpa berpikir lebih dulu. Terpancing ego disertai emosi. Lupa Fitrah kita sebagai manusia yaitu mahluk sosial yang hidup berdampingan. Saling membutuhkan, memberi, bertenggang rasa, peduli akan keadaan sekitar.